Senin, 09 Mei 2011

Ibu Vivih , Marinir, Dan Pedagang

Saya mempunyai tetangga 1 kepala keluarga dengan kepala keluarga bernama pak Budi dia adalah seorang marinir hebat dengan wajahnya yang garang, dan istrinya yang bernama bu vivih yang berwajah cantik manis, walau usianya sudah tidak muda lagi dan memiliki 2 anak.

Suatu hari ibu vivih belanja dengan membawa 2 anaknya ia pergi ke salah satu pusat belanja di daerahku yaitu bernama “Pasar Agung Depok” yang disana menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari mulai dari sembako hingga pakaian sehari-hari, di hari minggu yang cerah ibu vivih berangkat pergi dengan anak-anaknya pergi berjalan kaki karena memang pasar di daerah rumah kami tidak begitu jauh, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit berjalan kaki, ibu vivih bergegas pergi untuk membeli keperluan sehari-hari tanpa ditemani suaminya pak budi, karena pak budi sedang kedatangan tamu,,,

Setelah 20 menit berlalu bu vivih tiba di pasar tersebut dan bergegas pergi kelantai dasar dimana tempat berbagai kebutuhan pokok tersedia, setengah jam berlalu tak terasa waktu hilang, setelah terasa cukup berbelanja barang kebutuhan pokok sehari-hari ibu vivih pergi ke lantai dua, untuk melihat-lihat baju sehari-hari yang mungkin akan di belinya, tak lama ibu vivih menghampiri sebuah toko baju dan melihat-lihat sejenak memilih-milih baju yang menarik hatinya, tak lama ibu vivih menanyakan harga 1 buah baju yang ia perlihatkan kepada pedagang,

Dengan suara khasnya yang lucu, ibu vivih berbicara kepada pedagang

Ibu vivih : mas baju ini berapa harganya???
pedagang
: dengan membalas suara yang khas dari ibu vivih (itu harganya 40 ribu bu)

Ibu vivih : ahhhh mahal amat bang boleh gak 20 ribu???

Pedagang : aduhh ibu masa segitu kalo segitu mah ibunya nginep disini sehari, sambil tersnyum si pedagang menjawab.

Ibu vivih menjawabnya : ah mas mah di Tanya juga, nanti saya bilang suami saya loh, suamii saya kan marinir,,,,

Pedagang : owhh yaudah suruh kesini aja suaminya bu, saya gak takut

( si pedagang menantang karena mungkin karena logat suara bu vivih yang khas, dia hanya berbohong kepada pedagang tersebut, demi mendapatkan harga yang dia tawar)

Ibu vivih menjawab : oh yaudah deh mas, gak jadi deh saya mw pulang aja.

Lalu bu vivih bergegas pulang dan melaporkan kejadian tidak menyenangkan itu kepada suaminya, hampir setengah jam waktu berlalu, bu vivih pulang kerumah berbicara kepada pak budi suaminya mengenai kejadian tadi, tak pikir panjang suaminya memakai pakaian marinirnya lengkap dengan sepatu, lalu bergegas meminjam motorku pergi dengan ibu vivih mendatangi penjual baju yang berbicara tidak sopan tadi…

Sesampainya di pasar, ibu vivih menunjukan jalan toko dimana ia menawar baju tadi, dengan dikawal dengan suaminnya, tak lama sampailah di toko tersebut, lalu menunjuk pedagang tersebut dengan kemarahan yang menyelimuti pak budi kaena istrinya di hina, tak lama ia menggebuki seorang pedagang tersebut di tokonya, ramailah pasar tersebut, setelah merasa puas dan keadaan muka yang babak belur dari sipedagang tersebut, lalu pak budi berkata, kalo ngomong yang bener mas, masa baju murahan gitu mw di tuker sama harga diri…

Lalu setelah itu pak budi bergegas pulang dengan bu vivih..

selesai

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 Life is only once, so take the chance to Enjoy. All rights reserved.
Blogger Template by