Rabu, 23 Februari 2011

Abanda Herman di PERSIB memakai Nomor Keramat


Setelah dinyatakan resmi bergabung dengan PERSIB Bandung di pengujung putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, bek asal Kamerun Abanda Herman memutuskan untuk mengenakan kostum dengan nomor punggung 6. Selama ini, nomor punggung yang melekat dengan legenda hidup Persib, Robby Darwis ini dianggap cukup keramat. Meski tak pernah merasa keberatan, tidak banyak pemain PERSIB lain yang "berani" mengenakan nomor punggung 6 setelah Robby mengakhiri kiprahnya di tim kebanggaan bobotoh ini pada pertengahan Liga Indonesia (LI) V/1998-1999.

Sebagai catatan, Robby terakhir kali mengenakan nomor punggung 6 yang sudah dipakainya sejak tahun 1983 adalah pada laga pamungkasnya bersama PERSIB ketika menghadapi Petrokimia Putra di Stadion Tri Dharma Gresik, 6 Desember 1998. Mitos keramat muncul karena tidak banyak pemain PERSIB yang berani memilih nomor punggung 6 setelah Robby pensiun. Mitos itu terasa semakin kuat karena kalau pun ada yang berani memakainya, pemain tersebut tidak pernah bersinar.

Pemain PERSIB pertama yang berani memakai nomor tersebut adalah Luis Simoes pada LI VII/2001. Meski PERSIB mampu lolos ke babak "8 Besar", gelandang yang didatangkan dari Persijatim Jakarta Timur ini lebih banyak duduk di bangku cadangan. Pemain lain yang lumayan lama berani mengenakan nomor punggung 6 adalah Aji Nurpijal yaitu pada LI IX/2003 hingga LI XI/2005. Setali tiga uang, selama tiga musim itu, Aji pun lebih banyak duduk di bangku cadangan.


tak heran, ketika ia kembali ke PERSIB pada LI XIII/2007, setelah sempat hijrah ke Mitra Kukar Tenggarong, Aji lebih memilih memakai nomor lain yaitu 13.
Pemain PERSIB terakhir yang mengenakan kostum dengan nomor punggung 6 adalah Charis Yulianto pada LI XII/2006. Karena yang memakainya seorang pemain nasional, banyak yang percaya mitos buruk terhadap nomor punggung tersebut bakal berakhir. Tapi kenyataannnya nasib Charis sama dengan Luis Simoes dan Aji. Ia memang tak menjadi pemain cadangan, tapi penampilannya sepanjang musim itu jauh dari harapan.

Di era Liga Super Indonesia (LSI), ketika Robby Darwis berada di dalam tim sebagai asisten pelatih, belum ada pemain yang berani mengenakan nomor punggung 6. Di awal musim ini, Vagner Luis de Oliviera Marins sempat memakainya di masa seleksi. Hasilnya, mantan bek Pelita Jaya ini terdepak dan gagal masuk skuad PERSIB. Meski sempat meminta izin kepada Robby, bek yang di tim nasional Singapura sudah mengenakan nomor punggung 6, Baihakki Bin Khaizan akhirnya batal memakai nomor punggung ini dan lebih memilih nomor 3. Robby sendiri tak merasa mengeramatkan nomor punggungnya itu. "Ah, itu cuma mitos. Kalaupun banyak pemain yang kurang bersinar dengan nomor punggung 6, mungkin karena beban saja. Soalnya, pemilik nomor punggung 6 sebelumnya tak pernah jadi cadangan," kata Robby berseloroh.***


sumber : http://persib.co.id/main/in/berita-harian/918-abanda-pakai-nomor-keramat

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 Life is only once, so take the chance to Enjoy. All rights reserved.
Blogger Template by